Kebayang ga, kalo kita naik kereta Api tapi ga dapat tempat duduk? Woh, sangat menyedihkan. Mending kalo tempat tujuan yang akan ditempuh cuma sebentar, kalau jarak yang ditempuh sangat jauh, bagaimana?
Pengalamanku saat pulang kampung minggu yang lalu benar-benar sangat menyedihkan, mungkin juga menyakitkan. Betapa tidak, saat membeli tiket Kereta Api Matarmaja, petugas tiket mengatakan kalau tiket KA ekonomi Matarmaja jurusan Jakarta sudah habis. Haa?? Mbak….saat ini kan baru jam 12.30, koq habis sih? “ kataku. “ iya, tiket sudah habis dari jam 11.00 tadi. “Oh, sudah habis ya” gumamku.
Setelah mendapatkan tiket, Saya segera menuju ruang tunggu penumpang. Setelah 2 jam kemudian, Kereta Api ekonomi Matarmaja jurusan Jakarta telah tiba tepat pukul 2.30. Begitu masuk gerbong sesuai dengan nomor di tiket, saya terperanjat. Loh…katanya habis, koq masih banyak kursi yang kosong. Seorang petugas KA yang sedang lewat mengatakan kepada saya, gerbong yang masih banyak kosong kursinya diperuntukkan untuk calon penumpang dari stasiun Blitar, Tulungagung, dan Kediri. Ya sudahlah…tapi begitu kereta melewati ke 3 stasiun tersebut. Ternyata…masih buanyak yang kosong. Dan ternyata……….. apa yang aku alami juga dialami oleh beberapa penumpang yang lain. Ckckckckck… koq tega-teganya mengatakan tempat duduk sudah habis. Dan bisa ditebak…beberapa penumpang yang tidak mau duduk dilantai kereta terpaksa mengeluarkan uang extra agar bias mendapatkan tempat duduk. Bias berabe…kalau tidak mempunyai tempat duduk dalam perjalanan menuju Jakarta?? Cuapek, penat, menyebalkan, terkadang tidak sengaja terinjak oleh pedagang yang lalu-lalang di gerbong kereta.
Uang Rp 15.000-Rp 20.000 tidak seberapa bagi yang berduit, tapi bagi penumpang yang bawa uang pas-pasan, bagaimana? Seorang laki-laki paruh baya yang bepergian ke Jakarta bersama anak dan ibunya yang sudah tua, terpaksa menahan keinginannya untuk membeli makanan yang dijajakan oleh para pedagang asongan. Karena sisa uang yang tadinya disiapkan untuk membeli nasi bungkus dan minuman, berkuarang karena harus membayar uang tambah untuk 2 kursi, sebesar Rp 40.000. Tidak tega melihat anaknya yang merengek minta dibelikan makanan, seorang penumpang yang berbaik hati membelikan makan untuk anak dan ibunya. Salut untuk penumpang budiman tersebut.
Semoga pengalaman ini tidak terus terjadi, terjadi, dan terjadi lagi. Pinginnya perjalanan menuju kampung halaman berlangsung dengan aman, menyenangkan, dan mengasikkan. Iya nggak…??
